KBRNAceh Timur : Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 04/Peureulak Kodim 0104/Aceh Timur Koptu Sri Wahyono melakukan pendampingan pertanian dalam proses pencabutan bibit tanaman padi milik Hamidah (55) yang berlokasi di Desa Blang Batee, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (03/08/2022).
Maknapuisi adalah arti, maksud, atau isi yang terkandung dalam puisi yang dapat ditangkap oleh pembaca sesuai tingkat pengalaman dan pengetahuannya. Makna yang terdapat dalam puisi "paman-Paman Tani Utun" menceritakan tentang Paman tani yang "utun" (lugu dan rajin bekerja) itu bahagia sekali akan pekerjaannya, terutama jika panen tiba.
BacaJuga: 10 Pantun Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Sungguh Mulia. Jaman sekarang, petani memang keren. Petani bisa pakai jas dan kemeja berdasi. Sebab, kini petani sudah modern. Menggunakan alat dan juga otak untuk bertani. Lebaran kita bersalaman. Setelah itu kita maaf maafan. Petani tidak hanya hidupkan tanaman. Tapi, petani juga sambung kehidupan.
Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Petani, Kau menanam padi dengan jerih payahmu Kau bekerja dibawah terih matahari yang panas Kau bekerja dengan sungguh-sungguh Agar kami semua bisa menikmati hasil panenmu Aku kagum denganmu Petani tanggung jawabmu sangat besar Kau berusaha, berusaha, dan berusaha Kami bersyukur karena ada kau petani Aku senang jika kau tetap semangat bekerja Terima kasih petani Jasamu sangat besar Pekerjaanmu sangat luar biasa Kau sungguh hebat Sekali lagi, terima kasih petani Oleh Almira Aulia 4A
Awal musim tanam padi, ratusan petani Desa Susuhan, Kecamatan Gampangrejo, Kabupaten Kediri menggelar tradisi Cok Bakal. Ritual ini dilakukan sebagai upaya memohon keselamatan dan hasil panen yang melimpah serta dijauhkan dari mara bahaya. Tradisi ini digelar bersama di lahan persawahan dengan menanam Cok Bakal yang berisi nasi putih, lauk-pauk serta telur dan dilengkapi bunga kemenyan. Hai, Sobat Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi ARV
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Telapak kaki bukit berwarna hijau kemuningdi sanaseorang gadis memayungi kepalanya dengan caping bambusembari meniupkan senandung pada bulir-bulir padi yang diasuh lalu tersenyum malu-malu pada sungai kecilsejauh selempar batu dari pematang juga pada bunga pepaya yang berdansa dengan angin. Anginairdan para penghuni lembah yang bersahajamereka sedang menggoda sang kembang desayang baru saja menyembunyikan sepucuk surat cintadalam saku bajunya. Dua minggu lagi waktu panen rayajika benar perhitungan para malam tibagadis itu pun bercerita pada awan-awanlalu menghitung malam-malam yang akan dilewatidan jam-jam sepanjang jalan dari metropolitan ke desayang akan dibunuh sang menutup jendela kamardan mendekap selendang pemberianuntuk penghibur hati dua minggu ke memang kadang begitu menciptakan rindu sampai menggebutapi enggan menghapus jarak dan waktu. -kota daeng, 25 Juli 2020 Lihat Puisi Selengkapnya
puisi tentang petani menanam padi